Manisnya Hasil Pembinaan, Lapas Kuningan Panen 50 Kg Melon New Kinanti


Kuningan, INFO-PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kali ini, sebanyak *50 kilogram Melon New Kinanti* berhasil dipanen dari lahan SAE Lapas Kelas IIA Kuningan, Sabtu (26/9).

Kegiatan panen yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, pejabat struktural, staf, serta peserta program magang di Lapas Kelas IIA Kuningan.

Panen Melon New Kinanti merupakan bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE agar dapat memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, *Eries Sugianto*, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan SAE tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif.


“Lahan SAE kita dorong untuk terus produktif. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memberikan hasil sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan,” ujar Eries.

Menurutnya, kegiatan budidaya melon menjadi salah satu bentuk pengembangan kegiatan produktif yang dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi pengelolaan maupun produktivitasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Kuningan, Rizki Mauli Siregar, menyampaikan bahwa panen tersebut merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan di lahan SAE.

“Panen Melon New Kinanti sebanyak 50 kilogram ini menjadi salah satu hasil dari kegiatan produktif yang terus kami kembangkan di lahan SAE. Kami berharap kegiatan ini dapat terus ditingkatkan sehingga hasilnya semakin optimal dan memberikan manfaat dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujar Rizki.

Menurut Rizki, kegiatan pertanian di lahan SAE juga memiliki nilai pembinaan karena dapat menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian.

“Kegiatan kerja seperti budidaya melon bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan. Karena itu, pengelolaannya akan terus kami kembangkan secara bertahap dan berkelanjutan,” tambahnya.


Selain menjadi bagian dari program ketahanan pangan, kegiatan di lahan SAE juga mendukung proses pembinaan dan pengembangan keterampilan. Keterlibatan peserta program magang dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam pengelolaan dan budidaya tanaman.

Hasil panen sebanyak 50 kilogram Melon New Kinanti menjadi capaian sekaligus motivasi bagi Lapas Kelas IIA Kuningan untuk terus mengembangkan berbagai potensi lahan SAE. Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus mendukung kegiatan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui pengembangan program ketahanan pangan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan SAE sebagai ruang produktif dan edukatif serta mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian.

Kegiatan panen berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Hasil panen Melon New Kinanti sebanyak 50 kilogram menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIA Kuningan dalam mendukung program ketahanan pangan dan menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top