Matangkan Program Pesantren, Lapas Kuningan Gandeng Kemenag Perkuat Pembinaan Kepribadian


Kuningan – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian warga binaan, Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Senin (23/2). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi program pembinaan keagamaan di dalam lapas.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Kepala Seksi PD Pontren, serta jajaran pejabat struktural Lapas. Diskusi berjalan aktif dan produktif dengan fokus pada penguatan program pesantren bagi warga binaan.

Dalam koordinasi tersebut dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya rencana pelaksanaan kegiatan pesantren di Lapas Kelas IIA Kuningan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Selain itu, dibahas pula dukungan tenaga pengajar, penyusunan materi pembelajaran, serta pola pembinaan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan.


Program pesantren ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga binaan, sekaligus membentuk karakter yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Sinergi dengan Kementerian Agama diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih sistematis, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan. “Pembinaan kepribadian melalui kegiatan pesantren harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Dukungan dari Kementerian Agama menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembinaan yang optimal,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyusun jadwal kegiatan pesantren, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, serta memastikan ketersediaan tenaga pengajar dari Kementerian Agama.

Melalui koordinasi ini, Lapas Kuningan berharap program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan dapat berjalan secara maksimal dan berkesinambungan, sehingga warga binaan memiliki bekal spiritual dan moral yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top