Lapas Kuningan Ikuti Penandatanganan PKS Pembinaan Keagamaan, Kanwil Ditjenpas Jabar Gandeng Yayasan MATA


Bandung – Lapas Kelas IIA Kuningan turut mengikuti kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dengan Yayasan Mutiara Tasbih Al-Qur’an (MATA), Jumat (27/02), bertempat di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Bandung Raya, Ketua Yayasan MATA, serta tamu undangan lainnya. Dari Lapas Kelas IIA Kuningan, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) dan Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).

Keikutsertaan Lapas Kuningan melalui jajaran Seksi Binadik dan Subseksi Bimkemaswat merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan literasi Al-Qur’an, pembentukan akhlakul karimah, serta pemberian bekal keagamaan sebagai bagian dari persiapan reintegrasi sosial Warga Binaan.


Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat menegaskan pentingnya pelaksanaan program secara terstruktur dan berkelanjutan, serta disertai monitoring dan evaluasi berkala agar implementasi kerja sama berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Kanwil Ditjenpas Jawa Barat dengan Yayasan MATA. Ia menegaskan bahwa Lapas Kuningan siap mengimplementasikan program pembinaan keagamaan secara optimal.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan. Melalui program literasi dan pendalaman Al-Qur’an, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal spiritual dan moral yang kuat sebagai landasan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat sinergi antar pemangku kepentingan. Dengan terlaksananya penandatanganan PKS ini, diharapkan pembinaan kepribadian di Lapas Kuningan dapat semakin terarah dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesiapan Warga Binaan untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top