Porsenap Lapas Kuningan Resmi Ditutup, Sportivitas dan Kebersamaan Jadi Sorotan


Kuningan – Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar upacara penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porsenap) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026, Senin (13/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kebersamaan serta memberikan aktivitas positif bagi warga binaan.

Kegiatan penutupan dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Lapas Kelas IIA Kuningan. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, serta dihadiri oleh pejabat struktural, staf dan regu pengamanan, CPNS, peserta magang, dan seluruh warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.


Dalam kegiatan tersebut, diumumkan para pemenang berbagai cabang perlombaan yang telah dilaksanakan selama Porsenap. Pada cabang bola voli, Blok Atas berhasil meraih juara pertama, disusul Blok Bawah di posisi kedua. Sementara pada cabang futsal, Blok Bawah keluar sebagai juara pertama dan Blok Atas sebagai juara kedua.

Untuk cabang catur, Egi dari Blok Atas berhasil meraih juara pertama, sedangkan Komar dari Blok Bawah menempati posisi kedua. Pada cabang tenis meja, Juliana Jaya dari Blok Bawah meraih juara pertama, diikuti Eka Hadi dari Blok Atas sebagai juara kedua.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa kegiatan Porsenap merupakan sarana pembinaan positif yang tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan Lapas. Melalui kegiatan olahraga dan seni, diharapkan warga binaan dapat mengembangkan potensi diri serta memperkuat nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya Porsenap ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan perencanaan dan pengawasan yang optimal, guna mendukung program pembinaan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top