Lapas Kuningan Dorong Penguatan Kepatuhan Internal melalui Inovasi INSPEKSI PAS


KUNINGAN, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan melaksanakan kegiatan Community of Practice (COP) Implementasi Pengukuran Kepatuhan Internal melalui Inovasi “INSPEKSI PAS” (Integrasi Sistem Pengawasan, Kepatuhan dan Peringatan Dini Pemasyarakatan), Jumat (18/9).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti secara langsung oleh jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan ini menjadi wadah pembelajaran dan berbagi pengetahuan dalam rangka memperkuat pemahaman mengenai pengukuran kepatuhan internal berbasis risiko.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Herry Muhamad Ramdan, A.Md.IP., S.H. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, A.Md.IP., S.H., M.Si., selaku narasumber.


Dalam sambutannya, Herry Muhamad Ramdan menyampaikan bahwa penguatan kepatuhan internal perlu didukung dengan instrumen yang mampu memberikan gambaran kondisi kepatuhan secara lebih terukur. Menurutnya, inovasi INSPEKSI PAS dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan melalui pendekatan yang berbasis risiko dan didukung dengan data.

“Pengukuran kepatuhan internal perlu dilakukan secara terukur dan berbasis risiko. Melalui INSPEKSI PAS, diharapkan data kepatuhan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk membantu proses pengawasan, mengidentifikasi potensi risiko, serta memberikan peringatan dini terhadap hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian,” ujar Herry.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman dan keterlibatan jajaran dalam mendukung implementasi inovasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan penerapan sistem tidak hanya bergantung pada instrumen yang dikembangkan, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan dan komitmen dalam menjalankan kepatuhan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana inovasi ini dapat dipahami dan diterapkan oleh jajaran dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan pemahaman yang sama dan komitmen bersama, penguatan kepatuhan internal dapat berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.


  Sementara itu, dalam pemaparannya, Eries Sugianto menjelaskan bahwa INSPEKSI PAS dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai sumber data kepatuhan dalam satu sistem. Pengembangan tersebut mencakup instrumen pengukuran kepatuhan internal berbasis risiko serta mekanisme Compliance Index, Risk Scoring, dan Early Warning System sebagai pendukung pengambilan keputusan pimpinan.

“INSPEKSI PAS dikembangkan untuk memberikan pendekatan yang lebih terukur dalam melihat tingkat kepatuhan internal. Dengan adanya integrasi data, pengukuran risiko, dan sistem peringatan dini, diharapkan proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih terarah,” ujar Eries.

Selain itu, kegiatan juga membahas penyusunan standar operasional prosedur dan pedoman implementasi INSPEKSI PAS, pelaksanaan pilot project sebagai tahap awal penerapan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan roadmap pengembangan INSPEKSI PAS sebagai bagian dari transformasi tata kelola pengawasan internal.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta berdiskusi mengenai penerapan pengukuran kepatuhan internal dan pengembangan INSPEKSI PAS.

Melalui kegiatan Community of Practice ini, jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam penerapan manajemen kepatuhan berbasis risiko, sekaligus mendukung penguatan tata kelola pengawasan internal di lingkungan Pemasyarakatan.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan menjadi ruang berbagi pengetahuan antara narasumber dan peserta dalam mendukung pengembangan pengukuran kepatuhan internal melalui inovasi INSPEKSI PAS.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top