Lapas Kuningan Pimpin Sosialisasi dan FGD INSPEKSI PAS


Cirebon, INFO_PAS – Lapas Kelas IIA Kuningan memimpin kegiatan Sosialisasi dan FGD INSPEKSI PAS (Integrated Inspection and Early Warning System) Pemasyarakatan yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Cirebon, Senin (21/9). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Tim Patnal se-Ciayumajakuning.

Sosialisasi diisi dengan pengarahan serta pengenalan penggunaan aplikasi INSPEKSI PAS sebagai bagian dari transformasi digital dalam mendukung pencegahan pelanggaran, deteksi dini risiko, kepatuhan internal, dan tata kelola Pemasyarakatan.


Saat ini, INSPEKSI PAS masih berada pada tahap prototype atau uji coba awal yang rencananya akan diterapkan terlebih dahulu di wilayah Ciayumajakuning. Apabila penerapannya dinilai efektif dan memberikan hasil positif, aplikasi ini diharapkan dapat dikembangkan untuk diterapkan secara lebih luas di seluruh Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menyampaikan bahwa pengembangan INSPEKSI PAS merupakan langkah untuk memanfaatkan teknologi dalam memperkuat pengawasan dan mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang lebih terukur.

“INSPEKSI PAS ini kami dorong sebagai salah satu inovasi untuk membantu jajaran dalam melakukan deteksi dini, mengidentifikasi potensi risiko, serta memperkuat kepatuhan internal. Tentunya pada tahap awal ini masih diperlukan penyempurnaan melalui masukan dan evaluasi dari seluruh peserta,” ujar Eries.

Menurutnya, pelaksanaan uji coba di wilayah Ciayumajakuning menjadi kesempatan untuk mendapatkan masukan secara langsung dari jajaran Pemasyarakatan sehingga sistem yang dikembangkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


Perwakilan Tim Patnal se-Ciayumajakuning menyambut baik pengenalan INSPEKSI PAS sebagai inovasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan deteksi dini. Melalui kegiatan sosialisasi dan FGD ini, peserta juga dapat memberikan masukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja.

“INSPEKSI PAS menjadi hal yang menarik karena dapat membantu proses pengawasan dan pemetaan risiko secara lebih terintegrasi. Dengan adanya ruang diskusi seperti ini, kami dapat memberikan masukan agar aplikasi yang dikembangkan benar-benar dapat mendukung kebutuhan petugas di lapangan,” ungkap perwakilan Tim Patnal Ciayumajakuning.

Pemanfaatan INSPEKSI PAS diharapkan dapat memberikan perubahan positif dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam memperkuat deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di Lapas.

Melalui inovasi berbasis teknologi ini, diharapkan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan dapat semakin aman, tertib, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top